Serba serbi Strategi Kerja di Luar Negeri | Strategi Karir LN aman

sebuah uraian yang dikutip dari  wahidyankfdotwordpressdotcom mengenai gerak-gerik  agensi kerja di luar negeri menjadi inspirasi tim konsultan atau pengarah strategi kerja di luar negeri.

tulisan ini merupakan salah satu bentuk kemarahan, kekecewaan dan kekesalan saya terhadap agensi-agensi yang mendapatkan keuntungan dengan cara-cara yang kotor dan tidak baik. Perlu diketahui bahwa tulisan ini merupakan pendapat saya pribadi dan tidak ada fakta-fakta dan/atau bukti ilmiah dari tulisan ini. Adapun dasar dari argumen-argumen yang saya berikan di sini saya dapatkan dari orang-orang terdekat saya yang saya anggap sebagai orang yang jujur, dan bisa saya percaya. Take this article with grain of salt!

Kisah ini diawali ketika saya dan seorang teman saya mempromosikan sebuah blog bersama (www.jermandes.wordpress.com) di berbagai mailing-list yang kami ikuti. Blog jermandes ini adalah sebuah blog yang saya dan teman-teman saya tulis untuk berbagi informasi mengenai step-by-step untuk studi ke Jerman. Di blog ini kami memberikan semua informasi tentang berangkat ke Jerman selengkap yang kami bisa, dengan tujuan agar pembaca blog ini bisa sampai ke Jerman dengan biaya dan jalur yang seefisien mungkin. Sebagai gambaran, dengan mengikuti informasi yang ada di blog ini, dan mengurus semua keperluan ke jerman sendiri, selisih biaya yang dibutuhkan untuk sampai ke jerman bisa berbeda jutaan, bahkan puluhan juta rupiah atau lebih (ratusan) jika dibandingkan dengan pergi studi ke jerman menggunakan agensi/konsultan pendidikan.

Belajar di luar negeri dapat menunjang  cara jitu bekerja di luar negeri bagi  lulusan s1 yang tentunya mahal persiapannya .

Sebelum saya melanjutkan cerita ini, saya ingin memberikan gambaran terlebih dahulu tentang konsultan pendidikan ke luar negeri. Konsultan pendidikan ke luar negeri merupakan salah satu jenis bidang usaha yang sudah tidak asing lagi di Indonesia. Konsultan pendidikan ke luar negeri ini adalah salah satu jenis bidang usaha yang mengambil untung dari jasa memberangkatkan konsumennya ke sekolah-sekolah yang ada di luar negeri. Di mana keuntungan tersebut diambil dari jasa konsultasi, pencarian sekolah di luar negeri, pengurusan visa dan dokumen lainnya, pendampingan selama bulan-bulan awal di luar negeri, dan lain sebagainya.

Sebenarnya konsultan pendidikan ke luar negeri ini adalah sebuah bidang usaha yang bagus untuk digeluti, dan bisa menjadi simbiosis mutualisme antara konsumen dan penyedia layanan jasa.

Di satu sisi, pihak konsumen memiliki kebutuhan untuk menyekolahkan diri/anak/saudara-nya ke luar negeri, ataupun hanya sekedar membutuhkan informasi mengenai pendidikan di suatu negara. Sedangkan di lain sisi, pihak konsultan memiliki kemampuan untuk membantu konsumen mendapatkan informasi/jalur pendidikan ke luar negeri. Dan hubungan ini merupakan hubungan alamiah yang menurut saya memang seharusnya ada. Namun sayangnya, sebuah hubungan yang bisa bersifat simbiosis mutualisme tadi tidak selamanya ada di dunia nyata.

KONSULTAN PENDIDIKAN KE LUAR NEGERI, SEBUAH MESIN PENGERUK UANG

Kembali ke cerita, pembicaraan saya dan teman saya pun berlanjut dengan pembicaraan seputar jalan ke Jerman. Teman saya ini bercerita tentang bagaimana seorang anak dari pamannya pergi ke Jerman dengan menggunakan jasa sebuah konsultan pendidikan ke luar negeri, dan betapa pamannya tersebut sangat kecewa dengan performa konsultan pendidikan tersebut. Betapa tidak kecewa, lebih dari 200 juta rupiah sudah dihabiskan oleh paman dari teman saya tersebut (belum termasuk uang jaminan pengurusan visa studi di Jerman sebesar +/- 100 juta rupiah), namun anaknya tetap ditelantarkan ketika sampai di sana dan harus mengurus semuanya sendiri. Bisa dibayangkan yah, gimana rasanya seorang anak yang baru lulus SMA dibiarkan terluntang-lantung di sebuah negeri asing dengan bahasa yang tidak biasa dia dengar (bahasa jerman).

Teman saya tersebut juga menceritakan bahwa ternyata, salah seorang teman les saya di Goethe Institut Bandung sudah menghabiskan dana sekitar 400 juta rupiah untuk ke Jerman melalui sebuah agen, padahal itu belum termasuk biaya yang akan dihabiskan pada waktu mengikuti Studienkolleg dan seterusnya. Menurut saya ini gila! Kenapa? Karena saya sendiri mengurus semuanya sendiri, dan hanya menghabiskan uang tidak sampai 140 juta rupiah! Itu pun sudah termasuk di antaranya tiket pesawat kelas ekonomi ke Jerman, dan uang jaminan visa studi yang bisa digunakan untuk hidup di sana selama lebih  dari 1 tahun! See? I’m not over reacted here.

Berangkat dari sana, saya pun banyak mencari tahu di internet dan teman-teman saya yang lainnya, apakah benar seperti itu yang terjadi? Dan ternyata saudara-saudara.. Banyak sekali kasus yang seperti ini terjadi! What the hell

PENYIKSAAN TKI, BUAH DARI AGENSI TAK BERTANGGUNG JAWAB

Kekecewaan saya tentang agensi-agensi yang (maaf) sampah semakin bertambah ketika saya mengobrol dengan seorang teman saya yang mengenyam pendidikan master di negeri Jiran. Di sini dia berkata bahwa sebenernya tidak 100 persen kesalahan majikan-majikan TKI yang bekerja di Malaysia bahwa mereka memperlakukan TKI dengan semena-mena.

Kesalahan terbesar menurut dia (yang saya juga setuju) ada pada agensi-agensi yang memasukkan tenaga kerja ke sana secara ilegal, dan tidak melatih para TKI tersebut secara cukup.

Perlu dicatat yah bahwa di sini saya tidak mencoba untuk membela dan membenarkan tindak pelanggaran yang dilakukan oleh para majikan TKI di negeri Jiran. Saya sendiri mengecam segala bentuk pelanggaran HAM, dan meyakini bahwa segala bentuk pelanggaran HAM yang terjadi harus ditindak secara tegas. Di sini saya hanya ingin mencoba untuk melihat secara lebih mendalam, dan tidak impulsif.

Coba deh kita bayangkan skenario berikut ini, misalnya kita mempekerjakan seorang PRT dari sebuah agensi di rumah kita. Kemudian PRT tersebut (yang mungkin di daerahnya jauh dari teknologi) kita suruh mencuci dengan mesin cuci, namun karena mereka belum terbiasa dengan mesin cuci pada akhirnya mereka malah merusak baju yang dicuci, atau malah mesin cuci tersebut. Jadi kesel khan kita? Syukur-syukur kalo sang majikan hanya bisa marah-marah, tapi secara statistik ada saja khan orang-orang yang marahnya berlebihan? Terlebih karena mereka sudah membayar mahal untuk PRT tersebut. Salah siapa sebenarnya di sini? Menurut saya, hal ini adalah kesalahan terbesar ada di agensi-agensi yang memberangkatkan mereka. Seharusnya mereka mempersiapkan terlebih dahulu para TKI tersebut dengan matang!

Lebih lanjut lagi, kita harus coba analisis kenapa sih para agensi tersebut melakukan hal ini? Tentu saja karena profit! Adalah sebuah hal yang jelas dan logis, bahwa

Untuk itu kami menyarakan para calon SDM Indonesia agar sadar untuk mensertifikasi diri dulu sebelum terjun bekerja di luar negeri.

semakin lama proses pelatihan dan persiapan TKI, maka semakin banyak pula biaya yang harus dikeluarkan oleh agensi, yang pada akhirnya akan memperkecil profit yang akan mereka dapatkan.  Pahami prosedur kerja ke luar negeri yang benar sesuai aturan pemerintah

Jangan tergoda  pada iming-iming  Peluang Kerja Di Luar Negeri yang diselenggarakan diluar ketentuan Pemerintah.

strategi Bekerja di Luar Negeri yang Aman

adalah Lembaga Pendidikan yang berlokasi di Jakarta Selatan, merupakan lembaga pendidikan untuk persiapan profesi di kapal pesiar dan hotel yang didirikan oleh tokoh pendidikan pariwisata  yang telah lama berkecimpung secara profesional profesi kuliner di kapal pesiar,  termasuk sebagai senior manager di sebuah Restaurant franchise dari USA.
Kepastian mendapatkan pekerjaan di luar negeri dapat memenuhi kepuasan pencari kerja dalam bidang kuliner bila dapat bergabung dengan Lembaga Pendidikan ini. mengapa demikian ? karena lembaga pendidikan untuk profesi di kapal pesiar wajib merupakan lembaga yang menerapkan kepastian sebagai berikut :
  • Kepastian dalam menyediakan praktek kerja nyata langsung di lembaga pendidikan dengan sarana yang sesuai dengan standar internasional
ruangkelas praktek restaurant serviceruang praktik housekeeping
  • kelengkapan alat dan praktek 90% materi kurikulum
ruang praktek kitchen dan peralatannya
  • Lembaga telah pasti mendapatkan sertifikasi sebagai TUK BNSP dan segera menjadi perwakilan pelatihan sertifikasi internsional bidang profesi kapal pesiar dari USA.
  • Lembaga telah pasti menghasilkan alumni yang bekerja di hotel dan kapal pesiar, termasuk chef di kedutaan besar Jerman di salah satu negara, sejak tahun 90 an.

 

admin

konsultan strategi yang saat ini focus pada pemasaran online dengan kualitas promosi dua dimensi dan tiga dimensi yang optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read previous post:
alat pelangsing tubuh envy
Strategi Tampil Prima | Ukuran Tubuh Ideal

menjadi langsing merupakan dambaaan setiap wanita, dan sekarang ini bahkan para pria.  tuntutan pekerjaan dan dinamika saat ini mewajibkan para

Close