ULASAN KONSULTAN STRATEGI |EFEKTIVITAS IKLAN POLITIK | 087886000787

Masihkah efektif iklan dalam meraih partisipasi Politik masyarakat untuk Pilkada serentak 2017. Konsultanstrategi.com kini berusaha membahas efektivias iklan dalam meraih partisipasi politik. Sebuah penelitian brilyan dari Tim Pengajar Sekolah Akademi Komunikasi Indonesia YPK Yogyakarta tahun 2014.   Menjadi perhatian konsultan strategi politik adalah dalam penelitian ini diungkap bahwa Pada tahun 2012 menurut lembaga riset Nielsen kategori pemerintahan atau parpol menjadi pengiklan ke-2 terbesar  setelah produk telekomunikasi dengan belanja iklan Rp. 4,3 triliun.

Belanja Iklan untuk Strategi Pemasaran Iklan Politik

Pada tahun 2013 secara nasional belanja iklan politik  diperkirakan sebesar  Rp. 12,5 triliun  dan diprediksikan akan terus naik hingga 2014.  Sebagian besar iklan politik atau  sekitar 63 % diserap media TV, media cetak 30 % sedangkan iklan out door berada pada kisaran 7 % (www.okezone.com, 14 Februari 2013).  Sedangkan sebagaimana dirilis dari situs resmi ac Nielsen ini  menyebutkan Pertumbuhan belanja iklan tahun 2016 ini memperlihatkan pergerakan yang positif dengan nilai pertumbuhan sebesar 18% di semester pertama 2016 ini. Secara keseluruhan, sepanjang semester pertama 2016 total belanja iklan meningkat menjadi 67,7 Triliun. iklan TV masih mendominasi sebagai strategi pemasaran.

Bagaimana iklan politik sepanjang tahun 2015 dan 2016 epanjang Januari-Juni 2016, sepuluh kategori produk dengan belanja iklan tertinggi juga meraih pertumbuhan yang positif. Kategori Pemerintahan dan Organisasi Politik masih menjadi pengiklan terbesar dengan nilai belanja iklan Rp3,8 Triliun dan tumbuh 40 persen, disusul oleh Rokok Kretek dengan total belanja iklan Rp 3,5 Triliun dan pertumbuhan sebesar 53%.

Pengiklan terbesar ketiga adalah Perangkat dan Layanan Komunikasi dengan total belanja iklan sebesar Rp2,5 Triliun dan mengalami pertumbuhan 27% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Kategori Perawatan Rambut menghabiskan belanja iklan sebesar  Rp2,5 Triliun dengan pertumbuhan 20%. Kopi dan Teh tumbuh 24% menjadi Rp2,3 Triliun dan Perawatan Wajah tumbuh 31% menjadi Rp2,2 Triliun.Kategori Layanan Online berada di urutan ke tujuh menunjukkan pertumbuhan yang sangat tinggi yaitu sebesar 66% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015 dengan nilai belanja iklan menjadi Rp2,2 Triliun.

Karakteristik Iklan Politik di ruang publik

Peneliti menyebutkan bahwa  Iklan politik di ruang publik dikritik sebagai tindakan narsis yang hanya menjual janji kosong. Di beberapa wilayah parpol juga telah diminta mengurangi kampanye iklan luar ruang  karena dinilai menimbulkan kesemrawutan jalan. Iklan luar ruang yang menyolok menimbulkan efek psikologis bagi pengguna jalan dan dapat mengganggu lalu lintas.

Sementara itu, para kandidat dari parpol  peserta Pemilu yang sekaligus juga menjadi pemilik media cenderung  melemahkan objektivitas, netralitas, keberimbangan dan keadilan  media karena keberpihakan pada salah satu kandidat atau partai politik.

Hal ini bersesuaian dengan kenyataan bahwa adanya peringatan Komisi Penyiaran Indonesia terhadap grup  MNC, grup yang sama dikeluhkan pada periode tahun 2012, yaitu terlalu mendominasikan iklan-iklan tayangan dengan iklan partai politik tokoh tertentu. ,

Tentu hal ini akan menjadi pertanyaan? Bila tayangan iklan khususnya iklan politik yang berlebihan bagaimana efektivitasnya. Terutama bila dibandingkan dengan iklan produk yang pada zamannya seperti iklan ajinomoto cup cup cup yang mendominasi ternyata masih tersangkut dalam ingatan terutama pada orang-orang usia 40 – 60 tahun saat ini, masih dengan baik mengingat iklan yang dibintangi oleh pelawak terkenal saat itu S Bagyo.

Menjelang Pemilu bisa dimaklumi kalau  partai politik saling berebut pengaruh melalui pencitraan sehingga merasa perlu beriklan di berbagai  media  terutama media   massa yang mempunyai jangkauan luas.  Media massa  mempunyai kemampuan dalam mempengaruhi opini publik dan perilaku masyarakat sehingga berperan penting dalam kampanye partai politik. Melalui media massa partai politik bisa secara efektif mengkomunikasikan program kerja, pesan politik maupun pembentukan image partai atau individu.

 

Iklan Sebagai Komponen Komunikasi dari Bauran Pemasaran

Penelitian ini lebih lanjut mengulas bagaimana efektivitas iklan politik di televisi dan media public, tentunya perlu memperhatikan beberapa aspek.  Iklan adalah jenis komunikasi pemasaran yang mengacu kepada semua bentuk teknik komunikasi yang digunakan pemasar untuk menjangkau  konsumennya dan menyampaikan pesannya. Iklan adalah salah satu komponen  komunikasi dari  bauran pemasaran.  Empat komponen bauran pemasaran beserta perangkat dan teknik komunikasi yang terkait adalah seperti di bawah ini. (Moriarty et.all, 2011 : 6).

Produk

–                      – Desain dan pengembangan

–                      – Branding

–                      – Pengemasan

–                      – Pemeliharaan

Place (Distribusi)

–       Saluran distribusi

–       Cakupan pasar

–       Penyimpanan

Price (Harga)

–          – Price copy

–          – Penetapan harga psikologis

–          – Penyelarasan harga

–          – Penenuan nilai

Communication

–       Penjualan personal

–       Advertising

–       Sales Promotion

–       Direct marketing

–       Marketing / Public Relations

–       Point- of –sale   

                Gambar 1 . Empat Komponen Bauran Pemasaran

Sebagai  bentuk komunikasi, periklanan merupakan pesan yang disampaikan kepada konsumen untuk menarik perhatian, memberi informasi,menghibur dan dimaksudkan untuk menimbulkan respon. Menurut Ogilvy (1965) periklanan adalah percakapan personal. Kenyataannya periklanan bukan percakapan personal yang interaktif karena mengandalkan komunikasi massa yang bersifat  tak langsung dan kompleks. Sebagai bentuk komunikasi massa, periklanan menyampaikan informasi produk untuk menarik pembeli di pasar. Dalam perannya sebagai branding, iklan mengubah sebuah produk dengan menciptakan image yang melampaui fakta. Iklan juga merupakan bentuk komunikasi pemasaran yang memiliki kelebihan dan kelemahan. Kekuatan iklan yang utama adalah kemampuannya untuk menjangkau  audiens dalam jumlah yang sangat banyak.

Integrated marketing communication adalah langkah untuk menyatukan semua alat dan pesan komunikasi pemasaran sehingga pesan persuasif  untuk mempromosikan brand dapat menjadi lebih padu. Dengan demikian iklan hanyalah salah satu alat komunikasi pemasaran . Iklan bekerja melalui proses dan waktu memengaruhi pilihan dan kesetiaan seseorang  terhadap suatu produk, gagasan atau seorang tokoh. Sebuah brand  membutuhkan waktu yang panjang untuk mencapai respons loyalitas audiens.

 Sejak era reformasi yang  kemudian diikuti  sistem pemilihan presiden dan kepala daerah secara langsung, terdapat fenomena marketing politik yang merupakan akibat logis dari dibukanya sistem politik yang demokratis. Politik yang demokratis kini bisa dianalogikan dengan kompetisi dalam dunia bisnis, di mana kandidat harus memperebutkan calon pemilih (konsumen) sebagai khalayak sasaran. Salah satu alat yang lazim digunakan dalam marketing politik adalah iklan, disamping berbagai tools komunikasi lainnya.

 

Iklan Politik yang sesuai dengan Kaidah strategi komunikasi

            Iklan politik secara singkat dideskripsikan sebagai penyiaran yang bersifat informatif dan persuasif dengan tujuan untuk meraih pemberi suara dan memberikan mereka pilihan politik yang meliputi partai politik, kandidat dan program. Tujuan yang ingin dicapai oleh siaran ini tidak hanya untuk menaikkan popularitas kandidat tetapi lebih kepada untuk membuat pemberi suara mau memilih kandidat yang menjadi sponsor dari iklan. Bentuk dan isi dari iklan yang mampu meraih audiens melalui media ini di bawah kendali dari aktor politik, media (TV, radio, surat kabar, internet) dan saluran transmisi lainnya (Dudek, 2007: 2) . Sedangkan menurut Kaid dan Holtz-Bacha  dalam Danial  (2009: 93) iklan politik didefinisikan sebagai suatu pesan terkontrol yang dikomunikasikan melalui berbagai saluran yang didesain untuk mempromosikan ketertarikan politik dari seseorang, partai, kelompok, pemerintah atau suatu organisasi.

Iklan sebagai komunikasi politik yang penting, dengan kualitas jurnalistik yang menampilkan situasi dan kondisi secara langsung sehingga diharapkan mampu menawarkan fakta yang jelas tentang bagaimana partai politik atau kandidat menunjukkan dirinya di depan khalayak pemilih. Iklan dalam kampanye politik merupakan dokumentasi kenyataan dari kekuasaan politik persuasif modern (Scammell  and Langer, 2006: 5). Persuasif di sini dapat dijelaskan sebagai manipulasi dari simbol oleh suatu pihak dengan usaha untuk membuat perubahan tertentu terhadap pihak lainnya. Demikian juga dengan iklan politik yang berusaha untuk merayu pemilih untuk memilih kandidat atau partai. Iklan politik yang menarik setidaknya dapat dilihat dari keberhasilannya yang sukses menghadirkan tiga hal yaitu inspirasi bagi konsumen atau pemilih, keterlibatan antara kandidat atau partai dengan pemilih serta penghargaan (Motanky,2004: 1). Penghargaan di sini merupakan kesuksesan yang salah satu indikatornya dapat tercermin dari hasil polling. Keberhasilan kampanye politik juga tidak terlepas dari iklan politik saja, Motanky (2004: 1) menjelaskan bahwa upaya branding perlu dilakukan agar membuat persepsi pemilih sesuai dengan tujuan dari kampanye politik.

Menurut Yulianti (2004), iklan politik televisi muncul pertama kali tahun 1952 dan selalu sarat dengan kontroversi. Iklan politik Lyndon B Johnson tahun 1964 terkenal dengan sebutan iklan “Bunga Daisy”. Dalam spot iklan ditayangkan seorang gadis cilik sedang memetik bunga aster (daisy) ketika sebuah bom atom meledak dengan jamur api maha dahsyat membumbung tinggi. Iklan politik itu dimaksudkan untuk menyebarkan ketakutan rakyat mengenai kecenderungan Barry Goldwater, lawan politik Johnson, untuk memulai sebuah perang nuklir dengan Uni Soviet. Iklan politik itu hanya ditayangkan sekali pada 7 September 1964 di televisi CBS sebab Goldwater mengancam menggugat Johnson dengan tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik. Meski dicabut, iklan itu berulang-ulang ditayangkan dalam pemberitaan setelah kontroversi menjadi perdebatan publik. “Bunga Daisy” merupakan satu dari

ratusan iklan politik sepanjang lebih dari 50 tahun sejarah perkembangannya. strategi komunikasi Iklan politik selalu menarik perhatian publik AS selama 13 kali pemilihan presiden, meski diperlukan uang luar biasa besar. Pada kampanye Pemilu 1988, tiap calon presiden mengeluarkan dana rata-rata 228 juta dollar AS untuk belanja iklan politik. Jumlah ini sekitar 8,4 persen dari biaya kampanye keseluruhan.

 

Isi Pesan efektif sebagai strategi Marketing Iklan Politik

Dalam penelitian ini juga disinggun mengenai Pesan iklan politik. Secara garis besar terbagi dua sesuai pemasangnya. Jika pemasangnya adalah lembaga non parpol maka inti pesan politik mencakup : (1). Penjelasan Pemilu sebagai sarana demokrasi. (2). Seruan supaya masyarakat datang  ke  tempat pemungutan suara . Sedangkan jika pemasangnya parpol maka pesannya berupa : (1). Sosialisasi atau penguatan ingatan lambang, nomor dan ketua partai, (2). Ajakan supaya mencoblos partai tersebut pada hari pemilihan (Hamad, 2004 : 33)

 Lebih jauh iklan politik juga berfungsi membentuk image kandidat. Iklan sebagai bagian dari strategi marketing politik adalah serangkaian aktivitas untuk menanamkan image politik di benak masyarakat dan meyakinkan public. Menurut Peteraf dan Shanley (1997) image bukan sekadar masalah persepsi atau identifikasi saja, tetapi juga memerlukan pelekatan (attachment) suatu individu terhadap kelompok atau group. Pelekatan ini dapat dilakukan secara rasional maupun emosional. Image politik, menurut Herrop (1990), dapat mencerminkan tingkat kepercayaan dan kompetensi tertentu partai politik. Di sini, image politik didefinisikan sebagai konstruksi atas representasi dan persepsi masyarakat (publik) akan suatu partai politik atau individu mengenai semua hal yang terkait dengan aktivitas politik.

 

Proses  Komunikasi  Periklanan

Dalam bahasan lebih lanjut di penelitian ini, periklanan merupakan sebuah proses komunikasi yang bertujuan membujuk orang untuk mengambil tindakan yang menguntungkan bagi pihak pembuat iklan yang ditujukan untuk mempengaruhi perasaan, pengetahuan, makna, kepercayaan, sikap, pendapat, pemikiran dan citra konsumen yang berkaitan dengan suatu produk atau merek, jadi iklan harus dibuat sedemikian rupa agar dapat menarik minat khalayak, orisinal, serta memiliki karakteristik tertentu dan persuasi para konsumen atau khalayak secara sukarela terdorong untuk melakukan sesuatu tindakan sesuai dengan yang diinginkan pengiklan (Jefkins, 1986 : 18).

Efektivitas Iklan

Sebagai penutup, peneliti menekankan suatu iklan dapat dikatakan efektif, apabila tujuan dari periklanan tersebut dapat tercapai atau terlaksana. Handoko (1998 : 103) menyatakan bahwa ada beberapa kriteria dalam menilai efektivitas, yaitu : (1). Kegunaan. (2). Ketepatan dan Objektivitas, (3). Ruang lingkup, (4). Efektivitas biaya, (5). Akuntabilitas, dan (6). Ketepatan waktu .

Agar berguna bagi perusahaan dalam pelaksanaan fungsi-fungsi pemasaran, maka suatu periklanan harus fleksibel, stabil, berkesinambungan dan sederhana serta mudah untuk dipahami. Hal ini memerlukan analisa, peramalan dan pengembangan usaha periklanan dengan mempertimbangkan segala sesuatu pembuatan iklan sebagai proses yang berkesinambungan.

Efektivitas Kegiatan iklan harus dievaluasi untuk mengetahui apakah jelas, mudah dipahami, dan akurat dan tepat pada sasarannya. Berbagai keputusan dan kegiatan perusahaan hanya efektif bila didasarkan atas informasi yang tepat. Periklanan juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip kelengkapan (comprehensiveness), kepaduan (unity) dan konsistensi.

 

Penutup | Kekuatan integrated communication

Iklan politik seharusnya tidak dijadikan sebagai alat utama dalam kampanye kandidat, namun hanya sebagai alat penunjang. Kita tahu bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pemilih akan ditentukan paling tidak oleh kondisi awal pemilih, media massa (iklan dan berita) serta partai politik atau kontestan. Bisa jadi faktor keluarga di mana individu hidup di dalamnya akan lebih kuat sehingga  mereka tidak begitu saja percaya dengan pemberitaan atau iklan.

Dalam konteks komunikasi pemasaran, supaya efektif  iklan politik juga harus diletakkan dalam konteks integrated communication.  Hal ini berarti harus juga didukung oleh alat komunikasi lainnya dan yang lebih penting adalah kredibilitas kandidat atau partai politik itu sendiri.

Untuk melihat dokumen ini lebih lengkap maka dapat merujuk pada halaman ini

 

 

 

Disclaimer : konsultanstrategi.com membuat ulasan untuk penguatan diseminasi penelitian dan telah                               mencantumkan naskah asli sumber penulisan
 

                                                                                

 

 

admin

konsultan strategi yang saat ini focus pada pemasaran online dengan kualitas promosi dua dimensi dan tiga dimensi yang optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read previous post:
sukses dengan branding
pemasaran online |manajemen bisnis

Dalam suatu kesempatan seminar bisnis online terkadang para mentor seringkali melupakan tugas seorang marketing yang sesungguhnya. Tidak cukup banyak diberikan

Close